Bumisme | Bumisme tidak pernah terlibat dalam tindakan kejahatan / penipuan yang dilakukan oleh Jakartagodown. di Kaskus.com ... Bumisme | Selamat Hari Ultah Bumisme.blogspot.com yang pertama (3 Nov 2011)...


Senin, 05 Desember 2011

Mengenal 2 Sekolah Dengan Konsep Ramah Lingkungan yang Unik.

Dalam benak Kita, sekolah adalah gedung yang megah yang terbuat dari kayu bahkan dari seman dan beton. Tapi berbeda pula dengan 2 sekolah yang akan Saya perkenalkan dengan Anda. Sekolah ini telihat begitu unik untuk kebanyakkan sekolah di dunia ini.  Kedua sekolah ini berada di tempat yang berbeda, satu diantaranya berada di Bali, Indonesia dan yang satunya lagi berada di California, Amerika Serikat. Walaupun sekolah ini sama sama mengusung tema Go Green tapi mereka mempunyai perbedaan yang mengcolok. Penasaran bukan ? Mari Kita lihat satu persatu.


1.  Green School
Sekolah yang berada di desa Sibang Kaja, sekitar 30 km dari kota Denpasar  ini menggunakan bambu, tanah liat serta rumput rumputan sebagai bahan dasar pembentuk bangunan sekolah ini. Green School merupakan ide yang dikembangkan John and Cynthia Hardy. John Hardy adalah seorang seniman dan pengusaha jewelry yang sukses. yang berkebangsaan Kanada sedangkan Cynthia Hardy yang merupakan istrinya berkebangsaan Amerika. Green School resmi dibuka untuk umum pada September 2008 dan memiliki sekitar 100 peserta didik.


John and Cynthia Hardy
(Sumber)

Green School juga memiliki keunikkan lainnya dari segi bangunan kerena dianggap sebagai gedung terbesar di dunia yang dibangun sepenuhnya dari bambu. Dengan tinggi 18 meter dan luas 64 meter. Sekolah ini juga tergolong sekolah yang hemat energi kerena Green School menggunakan kincir angin yang berasal dari terowongan bawah tanah sebagai peganti AC. Menggunakan generator turbin air serta menggunakan panel surya. Untuk alternative bahan bakal lebih menggunakkan bio gas yang berasal dari kotoran hewan.


Untuk bioayanya yang diperlukan tergolong cukup mahal, untuk biaya registrasi dikenakan biaya sekitar US $500. Uang bagunan pertahunnya sekitar US $950 dan untuk kelas atau tingkat 1 hingga tingkat 4 dikenakan biaya pendidikan sebesar US $7.950 pertahunnya. Maka tidak heran bahwa kebanyakkan muridnya adalah anak anak yang berasal dari luar Indonesia. Tapi bagi siswa yang tidak mampu, Green School menyediakan beasiswa pendidikan untuk mereka.



Papan penunjuk lokasi Green School yang terbuat dari bambu
(Sumber)
Jembatan bambu yang berada di tengah tengah sekolah dan berada tepat di atas sungai Ayung
Salah satu bangunan Green School
(Sumber)
Penampilan Ruang belajar di Green School
(Sumber)
Pondasi Bangunan Green School yang Terbuat dari bambu
(Sumber)
Proses Pengajaran di Green School(Sumber)
Proses Pengajaran di Green School(Sumber)
Proses Pengajaran di Green School
(Sumber)



Ingin mengetahui Mereka lebih dalam ? Silakan mengunjungi situs ini untuk melihat berbagai foto dari Green School







2. Gen7
Berbeda pula dengan Green School, Gen 7 mengusung tema yang lebih modern dalam mendesign sekolah Mereka dengan bahan bahan daur ulang dari berbagai sumber. Hal tersebut dapat Anda lihat dari material yang digunakkan dalam membangun gedung mereka.


Salah Satu Bangunan Gen7
(sumber)




  • Daur ulang denim isolasi 

  • R40 isolasi atap; 
  •  Lantai beton kadar abu; 
  • Rendah dan tidak ada VOC cat;
  •  100% daur ulang permukaan interior tackable;
  • Zero-VOC, 82% ubin langit-langit daur ulang;
  • Collins & Aikman ubin karpet ER3;
  • Low-E dual-kaca jendela dengan framing aluminium;
  • Daylight hunian sensor dan jendela yang dapat dibuka;
  • Energy Star tubular skylight;
  • CO2 pemantauan dan ventilasi alami;
  • Sistem HVAC yang efisien;
  • Cladding eksterior daur ulang baja parsial;
  • 80% baja pembingkaian dinding daur ulang, dan
  • Reflektif 3-inch lapisan logam di atap.




Sekolah yang didirikan oleh American Modular Systems (AMS) di California ini memiliki banyak manfaat. Diantaranya menyediakan ruangan belajar yang sehat, mampu menghemat energi hingga 30 % serta dapat mengoptimalkan fungsi barang barang bekas untuk di daur ulang.


Salah satu sumber energi di Gen 7
(Sumber)


Disekolah ini juga mengajarkan siswa siswi nya untuk melakukan daur ulang barang bekas serta melakukan berbagai kegiatan yang bersifat ramah lingkungan.


Salah satu siswa yang belajar mendaur ulang
(Sumber)
Kegiatan Belajar Mengajar di Gen7
(sumber)


Ingin mengetahui Mereka lebih dalam ? Silakan mengunjungi situs ini untuk melihat berbagai foto dari Gen7

Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Blog Indahnya Berbagi
Tambah Yuk
Widget by IB | Template Design

Artikel Terkait:

Widget by:IB | Template Design

2 komentar:

admin mengatakan...

wwah meski pakai rumput dan bambu pakai biaya untuk bangun nya lebih mahal dari pada bangun pakai gedung beton

Asaz mengatakan...

harusnya semua bangunan seperti itu apa lagi buat daerah yg rawan gempa seperti P jawa Selatan serta pesisir barat sumatra selain ramah lingkungan juga tahan gempa

Posting Komentar

 
© 2009 Free Blogger Template powered by Blogger.com | Redesigned by Bumisme13 |SMTI PONTIANAK